CIPLUKAN

CIPLUKAN
(Physallis peruviana L) 


Sinonim : Physalis angulata. Linn.,  Physalis minina, Linn. , atau Physallia minina Linn.
Familia : Solanaceae.
Nama Lokal : Ciplukan (Jawa), keceplokan (Madura), nyonyoran atau cecenet/cacendet (Sunda).
Nama Asing : Morel berry (Inggris),

Uraian :
Ciplukan merupakan tumbuhan semusim, biasanya ditempat kosang yang tidak terlalu becek seperti pinggiran selokan, pinggir kebun dan lereng tebing sungai. Bisa tumbuh baik pada ketinggian 0–1800 m dpl. Perbanyakan tanaman ini dengan biji, biji disemai kemudian tanaman muda dipindahkan ketempat penanaman. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibutuhkan cukup air dengan penyiraman atau dengan menjaga kelembabab tanah. Disamping itu juga dibutuhkan pemupukan terutama pupuk dasar.

Komposisi dan Kandungan kimia : Tumbuhan ini memiliki kandungan kimia asam malat, alkaloid tanin, kriptoxantin, vitamin C dan gula. Sedang bijinya mengandung eleadic acid.
Sifat Kimiawi dan efek farmakologi : tumbuhan ini bersifat  analgetik, peluruh air seni (diuretik), menetralkan racun (anti toxic), meredakan batuk, mengaktifkan fungsi kelenjar-kelenjar tubuh. Dalam farmakologi china tumbuhan ini disebut memiliki rasa pahit dan sifat sejuk.
Bagian yang digunakan : Seluruh tanaman dapat digunakan : akar, daun, dan buah

Penyakit Yang Dapat Diobati :
·         Influenza dan Sakit tenggorokan – Tanaman 9 – 15 gram direbus air secukupnya dan diminum airnya.
·         Batuk Rejan (pertusis), Bronchitis, Gondongan -  sama seperti pengobatan Influenza
·         Bisul – Daun Ciplukan 1/2 genggam dicuci, digiling halus lalu diturapkan pada bisul dan sekelilingnya, dibalut dan diganti 2x sehari.
·         Borok – sama seperti bisul, hanya ditambah air kapur sirih secukupnya.
·         Kencing Manis – Tanaman direbus 3 gelas air menjadi 1 gelas, saring dan minum.
·         Sakit paru-paru – Tanaman Ciplukan lengkap direbus dengan 3 – 5 gelas air mendidih, saring dan minum airnya 3 x sehari secangkir.